Wednesday, March 13, 2013

Mengukir Semangat Bersama...

"Dodol"...iya kali ya akhir-akhir ini aku jadi "dodol"..kenapa,,karena aku ingin teriak dan mengatakan "ooaaaaaa kapankah thesis ini beres...". Harusnya hamil itu ngga bisa jadi alesan untuk berlambat-lambat ria...gkgkgk...meskipun aku akuin sie, porsi mengerjakan (duduk depan laptop) sebelum dan selama hamil itu ada perbedaan. Bedanya di rasa "panas" punggungnya itu loh, yang sering bikin aku akhirnya ngalah untuk tiduran dan keblablasan, ckckck.


Tapi, justru di saat-saat "hectic" seperti ini, seharusnya aku gembira dan lebih semangat, mengapa..? karena, ehhm...Pertama, seharusnya aku membayangkan, kalau Thesis ini cepet beres, sidang sesuai target, daan pada akhirnya aku akan sangat berlapang ria karena tinggal menunggu "dede" lahir ke dunia ini dan melihat wajahnya...huhuhu...happy banget pastinya...so, please please ghieks, you run out of timee...!!!....

Kedua, mungkin ini bisa jadi penambah semangat aku yang lagi bimbang...Well, tulisan pengalaman
ini bukan bermaksud apa-apa, hanya sekedar bercerita, sharing, dan supaya aku tetap semangats dan bersyukur saja..hehe...semoga ada manfaatnya yaaa...aammiinn...



Sebenarnya, aku dan suamiku, jauhh sebelum kami menikah, memiliki sebuah mimpi, yaitu "we want to have a scholarship to study abroad". Selesai S1, rajiin banget dah tuh mantengin websitenya ADS (Australian Development Scholarship), dan aku selalu nyemangatin mantan, yang sekarang jadi suamiku, hehe, untuk ikutan program beasiswa ini. Aku pikir dia punya banyak potensi yang belum dikembangkan, so, I think, ngga ada salahnya untuk mencoba. Tahun 2010, aku ajak dia untuk apply, saat itu, suamiku masih kerja di salah satu TV swasta as "tim kreatif". Well, aku bilang, ngga apa-apa, coba aja, meskipun ngga terlalu pede karena bidang pekerjaannya saat itu belum trmasuk prioritas dari ADS. Namanya juga usaha, yang penting berupaya, masalah masuk atau ngganya, tergantung pada ridho yang di atas, huehue. So, saat pengumuman tiba, mantanku waktu itu sms, katanya ada surat datang ke rumahnya, berupa amplop kecil, yang isinya bertuliskan "thank you for your participation...bla-bla-bla", intinya saat itu aplikasi lamaran beasiswanya belum bisa diterima. Well, kami tak kecewa kok, mungkin memang belum waktunya untuk meneruskan kuliah lagi dan kamipun tetap meneruskan hidup kami masing-masing.

Saat itu kami sempat berpikir, "kalau jadi PNS, enak kali ya, mungkin akan lebih di prioritaskan untuk mendapatkan beasiswa", karena yang kami pelajari dalam buku panduan ADS ini, jatah kursi lebih banyak untuk para pegawai negeri ataupun dosen, meskipun untuk jalur privat (sendiri) juga bisa. Semuanya tergantung Ridho Ilahi mungkin ya, hehehe. Karena aku belum mendapatkan pekerjaan saat itu, kamipun ikut berjuang bersama dengan kontestan lain untuk mendapatkan kursi "PNS". Melalui beberapa tes dan tahap yang begitu panjaaaanggnyaa, dengan semangat 45 kami mengikuti beberapa tes CPNS di hampir semua Kementrian yang saat itu sedang membuka lowongan. Ada yang sudah sampai tahap wawancara, tapi ternyata belum rezekinya. Hingga akhirnya, pintu rezeki itu, mengetuk "rumah" mantanku duluan, hehe, alhamdulilah. Ia lolos menjadi CPNS di Kementrian Kesehatan, kalau tidak salahitu terjadi pada tahun 2011. Sedangkan aku, umm, well, sepertinya, aku masih harus berjuang lagi, hiks hiks. But, it's okay, pasti masih ada jalan yang lebih baik untukku di hadapan sana.

Jalan itupun akhirnya membuka, setelah satu tahun menjadi pengangguran, taunya rezeki itu datang
dri yang dekat. Ikut tes dari sabang sampai merauke (seriusan, pernah tes di sumatera sampai hampir ke kalimantan), eh taunya, dapetnya di Dago, Bandung, ahahahaha. See, ternyata, itulah yang terbaik, selama 6 bulan akhirnya aku bisa merasakan bagaimana "menyenangkannya" menjadi guru PAUD, dan berhadapan dengan mahluk-mahluk mungil nan lucu dan menggemaskan. Meskipun lelah, capai, dll, tapi aku akui pengalaman mengajar anak-anak PAUD itu justru menambah wawasan dan alhamdulilah, pengalaman itu bisa aku gunakan saat mengikuti S2 di PAUD sekarang. Kalau aku tidak mengajar mungkin aku juga tidak akan bertemu dengan "Beasiswa Calon Dosen dari Dikti". Itulah Superbnya Allah, dikala aku sudah putus asa, dan merasa tak ada lagi masa depan bagiku, Allah memberikan pertolongannya. Itulah kenapa aku bilang kalau Allah ingin mengeksekusi hambaNya, eksekusinya sangat "tajam bak silet" dan bisa membuat kita nangis darah, (hehe, lebay)...tapi, kalau kita tetap sabar, dan memasrahkan serta tetap yakin seyaqqinn yaqqiinnya, Insya Allah, jalan di depan akan lebih terang benderang dan bahkan lebih baik dari sebelumnya...Ke Maha Kuasaan Allah akan menggantikan itu semua.

Setelah kami menikah, yang namanya ujian, pasti selalu ada..namanya juga hidup kalau ngga ada ujiannya berarti udah ngga hidup kali ya...Dan saat ujian itu kembali datang..kami tetap memasrahkan saja pada Nya, dan meneruskan hidup serta mimpi kami.
Sekarang aku sedang mengikuti S2 PAUD dan sedang menyusun Thesis, doakan lancar yaaa ^^. Sedangkan suamiku, sudah hampir satu setengah tahun menjadi PNS di Kementrian kesehatan. Mimpi kami untuk "study abroad" itu masih ada, dan aku masih terus mendorong suamiku untuk melanjutkan sekolahnya. Akhirnya Tahun kemarin, saat ADS membuka kembali beasiswa, suamiku mencoba lagi untuk apply, dan di hari terakhir mengirimkan aplikasi lamaran pada saat itu, aku tetap mendorongnya untuk mengisi formulir beasiswa, meskipun di tengah-tengah pengisian suamiku bilang "yang, aku kayaknya ngga pede nie, tahun depan aja ya, sekarang mepet banget waktunya"... and I said "udah, terusin aja, sedikit lagi kan yang harus diisinya, masa sie kalah sebelum berperang, yang penting kirim aja dulu, masalah diterima atau ngga nya, gimna Allah aja, mana yang terbaik, ya ya ya, yang penting usaha dulu.." sambil merajuk dan merayuuk..hahaha, plus sambil aku tepok-tepokin tuh punggungnya. Daan nampaknya, suamiku pun dengan "pasrah" menulis formulir beasiswa tersebut, tapi berhasil juga, dalam dua jam, gkgkgkgk. Setelah selesai mengisi formulir, kami pun langsung cap cus ke ADS di kuningan, Jakarta. Dengan memberikan senyum lebar, aku yakin, kalau sudah jalannya, pasti Allah bantu. Hari itu hari terakhir penyerahan berkas, suamiku tergopoh-gopoh memberikan formulirnya ke bagian administrasi dan akhirnya kami pulang dengan hati plong, ikhlas, dan pasraaahh.

Pemberitahuan kelolosan administrasi atau formulir beasiswa akan diberikan sekitar dua atau tiga bulan berikutnya. Bahkan, aku hampir lupa kalau suamiku sudah apply, gkggkgk. Hingga suatu hari, kutemukan sebuah amplop besar di atas meja di rumahku..Aku pikir itu punya sepupuku, saat membaca "to Mr Khoiri Jinan", penasaran aku buka, dan di atas amplop itu, ada lambang ADS Scholarship. "Ow, jangan-jangan ini hasilnya ya, duuh gimana ya isinya..". Deg-deg an aku membukanya, dan pelan-pelan aku baca dualembar kertas pertama yang ada di amplop tersebut. Kalimat pertamanya adalah "On this.....we want to say that...Congratulation to Mr Khoiri Jinan, your application is accpeted....." (begitulah kira-kira isinya, aku lupa lagi karena isinya panjang, gkgkgk). Langsung saja, aku terkejuut, dan said "alhamdulilaaah ya Rab, ngga salah baca kan aku..", so, aku minta tolong sepupuku ari saat itu yang sedang ada di rumah untuk ikut membacakannya juga, dia tanya "dari berapa pelamar teh?", aku bilang "kalau dari pemberitahuannya di surat ini, terbilang dari sekitar 700 an peserta akan dieliminasi menjadi 400 an peserta yang akan mendapatkan beasiswa ADS". "wah, termasuk banyak juga teh, mudah-mudahhan dapet ya".."aamiin". Lalu di lembar berikutnya ada jadwal untuk mengikuti tes IELTS dan wawancara. Untuk IELTSnya itu sendiri terbagi menjadi dua tes, oral test & writing test. Test ini dilakukan di hari yang berbeda. Kebetulan suamiku mendapatkan jadwal oral test terlebih dahulu, baru kemudian dua hari berikutnya writing test, dan minggu depannya interview.

Ada kisah lucu saat suamiku akan test Oral (Ielts di IALF, jadi ADS bekerja sama dengan IALF Jakarta untuk menyelenggarakan tes Ielts bagi pelamar beasiswa ADS yang lolos administrasi), saat itu kebetulan dan tanpa sengaja, suamiku diberi tugas oleh kantornya untuk mengikuti kegiatan WHO di India, selama empat hari, dan hari terakhir kegiatan WHO tersebut adalah hari dimana suamiku harus mengikuti test oral dari ADS. Suamiku galau, karena takutnya pesawat untuk pulang ke tanah air, delay, dan bisa-bisa terlambat atau dielminasi sebelum mengikuti test. Namun, aku bilang, tenang aja yang, pasti ada jalannya, dan alhamdulillah, suamiku ternyata diizinkan untuk pulang duluan oleh atasannya, dan akhirnya pagi-pagi sebelum waktu oral test itu tiba, suamiku sudah tiba di tanah air kembali, humm alhamdulilah. Hasil dari tes IELTS ini kalau tidak salah, akan keluar dua minggu setelah test, dan kita dapat melihat langsung hasilnya di website IALF atau ADS sendiri. Alhamdulilah, hasil IELTS suamiku mencukupi standar ADS, saat itu standarnya 5,0. Berarti tinggal selangkah lagi...

Kemudian, tibalah waktu interview, aku lihat suamiku melakukan beberapa persiapan, dan aku terus menyemangatinya, dan lagi kejadian lucu itu menyapa...saat berangkat interview, Jakarta memang dilanda hujan dari malam dan cukup deras. Pagi-pagi sekali suamiku berangkat ke kantor ADS di kuningan untuk interview, dan diluar masih hujan, aku berdoa semoga Allah melindunginya dan semuanya lancar. Tiba-tiba sekitar 20 menit kemudian, suamiku menelepon, bahwa jadwal interviewnya di undur berhubung keadaan Jakarta yang dilanda hujan deras serta banjir, sehingga ada beberapa interviewer yang tidak bisa menghadiri interview di ADS (begitu pengumuman dari sang administrator di ADS). Suamiku bilang kasian yang datang dari jauh, mereka sudah kesini taunya diundur, tapi tak mengapa, mungkin ada hikmahnya, suamiku jadi punya waktu lebih untuk  mempersiapkan segala sesuatunya, karena tahap interview ini, tentunya adalah tahap yang juga sangat menentukan apakah kita lolos atau tidak.

Hari menegangkan itu pun tiba, kebetulan aku sudah pulang lagi ke Bandung, jadi tidak bisa menemaninya di sana. Aku hanya mendoakannya dari jauh saja. Hari itu hari Jumat, dan interview dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB sampai selesai. Suamiku BBM, kalau dia ternyata kebagian jam sembilan, dan setiap orang nampaknya diberikan waktu kurang lebih 15-20 menit untuk wawancara. Dalam wawancara yang hanya singkat itu dan dengan pelamar yang cukup banyak, nampaknya kita benar-benar harus menyiapkan mental sedemikian rupa ya. Aku hanya menunggu kabar dari suamiku saja, dan terus berdoa semoga wawancaranya diberikan kelancaran. Akhirnya jam 10.30 aku di telepon oleh suamiku, dia bilang alhamdulilllah wawancaranya lancar, sekarang tinggal berdoa dan pasrahkan pada Allah. Aamin. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Menurut suamiku, yang penting saat wawancara harus tenang, dan sebisa mungkin kita memiliki sesuatu yang bisa menjadi pertimbangan mereka, kenapa kita pantas mendapatkan beasiswa tersebut, ya semacam visi misi serta harapan dan apa yang akan dilakukan jika mendapatkan beasiswa nantinya.


Pengumuman final, diumumkan bulan februari awal. Tadinya aku menunggu pak pos kembali untuk mengantarkan surat dari ADS, tapi ternyata bukan surat, pengumuman itu disampaikan lewat surel di email suamiku juga lewat sms pada tiap masing-masing peserta yang lolos. Tak disangka, sore itu, suamiku meneleponku beberapa kali, tapi akunya ngga "ngeh", hehe, dan setelah membaca BBM dari suamiku, ternyata, ia mendapat kabar baik, bahwa lamarannya di terima, alhamdulilaaah ya Rab, syukron, beribu-ribu sujud syukur ku panjatkan pada Nya. Alhamdulilaah...dan suamiku bilang "buka saja emailku ya, nanti bisa lihat pengumumannya di sana"..akhirnya ku buka saja email suamiku, dan kudapati pengumuman itu..



 
 
Ternyata benar, alhamdulilaah, terima kasih ya Rab..
 
Setelah itu, aku coba lihat sekali lagi di websitenya ADS  di sini, lalu aku download beberapa pengumuman, diantaranya adalah pengumuman tentang pemberitahuan adanya PDT (Pre-Departure Training), yang masing-masing calon penerima ADS, akan diberikan jadwal latihan kemampuan bahasa, serta persiapan menuju kuliah (aplly menuju universitas yang dituju, visa, pengenalan budaya, dll). Ternyata setelah aku telusuri, jadwal PDT itu bergantung pada hasil IELTS (kemampuan bahasa masing-masing). Bagi mereka yang hasil IELTSnya sdah memenuhi persyaratan dari Universitas yang dituju, maka PDT nya hanya dilakukan selama 8minggu saja dan bisa langsung berangkat buln Juni tahun ini. Sedangkan bagi mereka yang nilai IELTSnya masih dibawah persyaratan Universitas yang dituju, maka PDT akan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan masing-masing, ada yang 3 bulan, 6 bulan dan 9bulan (mungkin semakin besar nilai IELTS kita, semakin sebentar pula waktu yang dibutuhkan untuk PDT yaa...)
Ini dia jadwal PDT suamiku..
 

 

 
Bisa kita lihat, bagi mereka yang nilai IELTS nya sudah mencapai 6,5 atau lebih mereka hanya PDT selama 8 weeks saja, dan bisa berangkat bulan Juni, tahun ini, karena PDTnya diselenggarakan dari bulan Februari hingga Maret. Suamiku berada di tengah-tengah, jadi kemungkinan berangkat bulan Januari, 2014. PDTnya dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober (3 bulan). Apapun itu, jadwal ini pasti sudah yang terbaik, dan rencanaNya memang luar biasa, Allah ternyata memberikan kesempatan pada suamiku untuk melihat anak pertamanya lahir sebelum ia berangkat. Subhanallah yaa, Allah itu memang perencana yang terrrbaaik :)
 
Universitas yang di apply oleh suamiku di formulir beasiswa adalah ANU (Australia National University) dan Melbourne University, dengan jurusan International Study. Mudah-mudahhan, apapun hasilnya nanti, dapat diterima di Universitas yang terbaik, aamiinn. Lebih penting lagi, semua ini baru awal perjuangan kami, karena masih banyak yang harus kami persiapkan, dan kami capai untuk mencapai mimpi-mimpi kami bersama. PDT is just the begining...Bismilaah...
 
Pengalaman ini, bukan untuk sombong atau membuat iri atau mupeng, tapi kalau mupeng beneran dan langsung termotivasi untuk mencoba dan ikutan, ngga apa-apa ya, justru bagus, mudah-mudahan bisa menginspirasi, hehehe. Intinya, bukanlah mimpi yang terlalu tinggi, tapi usahanya yang belum setinggi cita-cita (kate bang Rangga Umara)...yang penting, terus berusaha, yakin, dan berdoa pada Allah, dan tidak mendikteNya, artinya serahkan saja semuanya Pada Allah, berusaha ridho dan iklhas serta pasrah pada ketentuanNya. Kamipun sebenarnya kalaupun tidak mendapat beasiswa tahun ini, tidak apa-apa, mungkin belum yang terbaik, tapi selalu doa kami yang utama, jika memang Allah ridho dan ini adalah rezeki bersama, maka permudahkanlah. Mengutip kembali perkataan Mas Ipho, ambisius dalam action, namun pasrah dalam hati...
 
Well, semoga bermanfaat pengalamannya untuk siapa pun di sana...dan
...semoga pengalaman serta kisah ini juga bisa menyemangati diriku sendiri yang sedang dilematis dan kembang kempis menghadapi thesis, heuheueh...semoga bisa tetap semangaattttss...gggrrrr....hihihi....dan bisa mengerjakannya sambil berlari juga berbaring... (hehee...)

For my husband...semangat dan selamat berjuang kembali saat PDT nanti, dimanapun Universitasnya, semoga Universitas nanti adalah tempat yang terbaik untukmu menimba ilmu, dan semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa yaa...aaammiiinn...semangat berjuang,,,aku dan dede akan selalu mendukungmu,,,untuk menggapai mimpi kita bersama, aamiinn...doakan aku yaa semoga thesisku juga lancar, bisa lulus tahun ini, aamiin. Dan doakan juga diriku bisa menyusulmu ke sana nanti yaa...atau ditempat yang lebih baik...hehehe...aaaminnnn....^^

Note: oiya, bagi yang ingin mencoba melamar beasiswa ADS ini, bisa langsung klik aja link website ADS, nanti kamu bisa langsung download aplikasi/formulir beasiswa yang ada di sebelah kiri website, (biasanya ada tulisannya Australia Awards Scholarships2014 Intake Application Form), lalu setelah di download formulirnya, di isi sesuai petunjuk, dan kirimkan ke alamat yang diminta yang ada di formulir tersebut.  Kamu juga bisa download brosur serta handbook ADS 2013 di website ADS. sebagai panduan atau informasi lebih lengkap tentang beasiswa ini. Biasanya beasiswa ini akan dibuka mulai bulan Maret hingga Juli setiap tahunnya, so, pantengin terus aja websitenya yaa...hehe...jya, semoga bermanfaat ^^..


With Love
---Ghieks---

6 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Dulu aku pingin banget tuh cari progra beasiswa keluar tapi kurang info :)
semoga tesisnya cepat selesai ya

Ghiee said...

iya, aaminn, moga cepet selese thesisnya, doain ya mama calvin, hehe, yoosh semangat bisa dicoba buka saja linknya, semoga bermanfaat :)

Niken Kusumowardhani said...

Panjang banget kisahnya mbak... :D
Selamat buat bea siswanya... Semoga tesisnya lancar jaya.

Ghiee said...

iya kepanjangan ya nulisnya...gkgkggk...aaminn...makasih banyak yaa :)

ade anita said...

waaa.... ceritanya banyak... tapi seru sih... semoga cepat selesai thesisnya, dan dedek bayi bisa lahir dengan selamat.

Ghiee said...

hehe, iya makasih ya udah mau baca tulisannya...aamiinn Ya Rabbal alamiinn :)