Friday, March 15, 2013

Gentle Birth

Nampaknya saya pernah membahas tentang proses persalinan "Gentle Birth" dalam tulisan sebelumnya di sini. Saya hanya ingin menambahkan bahwa "Gentle Birth" itu bukanlah suatu metode atau teknik persalinan tertentu. Gentle birth seperti yang dikutip dari handbook Galenia:
 
" Gentle Birth is not a method, it's more like a philoshopy to birthing naturally. Gentle birth is a way to natural pregnancy, birthing, and parenting".

Sebuah filosofi bahwa setiap tubuh wanita telah dirancang dan diciptakan dengan sedemikian rupa untuk dapat melahirkan dengan natural. Persalinan juga bukan merupakan "momok" yang harus ditakuti, karena pada dasarnya hamil dan melahirkan adalah suatu proses kehidupan yang alamiah atau fitrah yang akan selalu ada dalam hidup manusia, sebagaimana halnya menua dan mati.

 
Sejak berabad-abad yang lalu, wanita yang melahirkan ternyata memiliki insting posisinya sendiri, saya baru tahu ketika melihat video tentang "gentle birth untuk semua" dari Bidan Yessie. Contohnya di Meksiko, pada tahun 200SM (kalau tidak salah), wanita melahirkan dengan posisi jongkok, begitupun di India, wanita melahirkan dengan gaya vertikal (berdiri dengan hampir berjongkok) dan tangan memegang kayu atau pohon. Mungkin awalnya nampak "primitif", namun ternyata, setelah mendengar kisah para wanita yang melakukan filosofi gentle birth (di rumah maupun di rumah bersalin), mereka "mengiyakan", bahwa saat melahirkan, tubuh mereka seolah-olah mengerti dan merespon bayi yang ingin keluar dengan sendirinya. Dewi "Dee" Lestari, seorang penulis novel "Perahu Kertas" yang terkenal, menceritakan tentang proses kelahiran anak ke duanya, yang dilakukan dengan "water birth" di rumah, tanpa bantuan medis maupun bidan. Ia mengatakan bahwa, saat melahirkan, tiba-tiba saja secara instingtifly, kakinya langsung berjongkok dalam air, dan ia tidak mengejan sama sekali, hanya menarik napas secara teratur, lalu bayi keluar dan ditangkap oleh suaminya. Semuanya berjalan secara alami dan lancar.

 
 
Dua Video Talk Show "Dee" Lestari dan Reza Gunawan tentang pengalaman gentle birth

 
Saya jadi teringat oleh cerita ibu saya, dulu nenek (we call her "ema"), melahirkan anak-anaknya juga sendiri dan tanpa bantuan bidan. "ema dulu ngelahirin bibi mu sambil jongkok, di kamar sendirian". Pertama kali mendengar cerita itu, saya pikir, mungkin karena itu jaman dulu dan belum ada fasilitas persalinan seperti sekarang. Namun, setelah melihat beberapa video serta artikel mengenai filosofi "gentle birth", saya baru mengerti, sesungguhnya tubuh setiap wanita itu sudah memiliki instingnya sendiri untuk melahirkan dengan natural, intim dan nyaman. Ibu saya juga menambahkan, bahwa alhamdulilah anak-anaknya ema saat kecil, meskipun lahir sendiri tanpa bidan, semuanya sehat wal afiat. Kalaupun sekarang banyak yang sakit, bisa jadi karena sudah tambah usia, atau karena kebiasaan saat mudanya dulu, hehe.
 
Oleh sebab itu, saya nampaknya ingin segera mengaplikasikan filosofi "gentle birth" dalam kehamilan dan persalinannya nanti. Menurut Reza Gunawan (pakar hypnohealing), yang dibutuhkan dalam persalinan "gentle birth" adalah selain pemberdayaan diri sang ibu serta asupan nutrisi yang baik, juga harus ada kepercayaan pada diri sang ibu, bahwa ia bisa melahirkan dengan natural, dan PR besarnya buat saya adalah menyembuhkan segala jenis trauma dalam hidup untuk menghindari komplikasi pada persalinan nanti, selain tentu saja mohon bantuan Tuhan. Ibu saya mengatakan, waktu melahirkan itu ada 300 malaikat yang ikut membantu mendorong bayi keluar, jadi sering-seringlah berdzkir dan berdoa agar persalinannya nanti lancar, aamiin. Kalau ibu saya sudah mengiyakan untuk bisa melahirkan dengan normal dan gentle, saya lebih percaya diri jadinya, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa ya..
 
Kenapa saya percaya gentle birth, karena setelah tahu bahwa bayi saat masih berada dalam kandungan saja bisa merasakan mood ibunya (baik senang, sedih, marah, ataupun kecewa), dan dapat berpengaruh pada perkembangan kepribadian anak saat dewasa nanti (C. Fred Bateman at Empowering Your Child), apalagi saat persalinan. Begitupun pendapat Reza Gunawan, yang menyatakan bahwa "Betapa kualitas kehamilan dan persalinan bisa mempengaruhi perilaku dan tingkat kekerasan seseorang saat ia beranjak dewasa”. (sumber dari sini)

Sebagai suatu pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh setiap wanita dan bayi, tentunya proses melahirkan membutuhkan suatu situasi yang nyaman, intim, natural, penuh kekhusuan, dan minim intervensi serta trauma. Persalinan yang gentle, bisa menjadi hadiah bagi sang bayi saat pertama kali lahir ke dunia. Dan menurut saya, gentle birth bisa menjadi suatu "empowering" bagi kekuatan wanita, bahwa melahirkan bukan serta merta menghasilkan suatu bayi yang sehat secara fisik, namun juga secara psikis, dan yang terpenting bagaimana membuat sang wanita menjadi calon ibu yang kuat, percaya diri, dan siap untuk menyambut putra-putrinya.
 

Picture from this
 
Gentle birth bukan tentang melahirkan secara normal vs operasi.
Gentle birth juga bukan berarti alergi terhadap intervensi medis.
Gentle birth didasari keyakinan bahwa setiap perempuan memiliki potensi untuk menjalani proses melahirkan sealamiah mungkin, tenang, dan nyaman.
Metode ini mengajarkan perempuan untuk menyatu, mempercayai isyarat tubuh, serta meyakini bahwa tubuh mampu berfungsi sebagaimana mestinya sehingga komplikasi bisa ditekan serendah mungkin, bahkan dihindari. 
(Bidan Yessie)
 
Untuk mengetahui tentang video gentle birth silahkan klik link di bawah ini:
videonya mengharukan sekali, kita bisa melihat bagaimana persalinan yang benar-benar alami dilakukan oleh suku di pedalaman Afrika :)

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=AmBUW9mo65M

1 comment:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

damban semua wanita adalah melahirkan normal ya